Harunoblue

Tentang Rizal Ramli

In harunopinion, harunothink on August 24, 2015 at 12:47 pm

Dengan terus meningkatnya kurs dollar tentu saja membuat pemerintahan Jokowi ketar-ketir, pasalnya bukan tak mungkin krisis moneter terjadi lagi di Indonesia ini. Pada saat itu kurs rupiah anjlok hingga ke titik Rp. 17.000/Dollar AS yang berimbas pada jatuhnya perekonomian Indonesia, harga barang naik, jumlah pengangguran meningkat karena PHK dan jumlah masyarakat miskin bertambah. karenanya masyarakat semakin pesimis dengan hasil kerja pemerintah sekarang. Kepercayaan masyarakat akan menurun akibat ketidakmampuannya dalam menstabilkan kondisi ekonomi yang semakin memburuk.

Oleh karenanya dibutuhkan sebuah sosok untuk menarik kembali simpati masyarakat pada pemerintahan. Maka muncullah nama Rizal Ramli yang kontroversial saat ini. Dengan kemunculan Rizal Ramli ini pemerintah berharap akan muncul efek yang sama seperti ketika kemunculan kontroversial menteri Susi di kabinet Jokowi. Kemunculan menteri Susi dengan kebijakan-kebijakan kontroversialnya disambut hangat dan berhasil mencuri perhatian masyarakat. Pada saat itu kepopuleran menteri Susi sukses menaikkan posisi pemerintah di hadapan publik yang mengisyaratkan bahwa masih ada harapan bahwa kabinet kerja jokowi akan membawa perubahan yang baik bagi Indonesia.

Rizal Ramli sebelum diangkat menjadi menteri sudah terkenal menjadi tukang kritik. Bahkan jauh ketika masih di zaman orde baru dan pernah dijebloskan ke penjara karena ulahnya itu.Saat Zaman SBY Rizal Ramli juga tak henti-hentinya mengkritik kebijakan pemerintah mengenai kenaikan BBM dan pernah mendapat somasi dari SBY atas pernyataannya terkait kasus Century. Hingga di masa Jokowi, Rizal Ramli masih terus vokal mengkritisi soal kebijakan ekonomi di pemerintahannya. Setelah dia dimasukkan ke dalam kabinet Jokowi, Rizal Ramli tak juga berhenti menyuarakan kritikannya seperti masalah pembelian 30 unit Airbus 350 oleh Garuda dan proyek listrik 35 ribu watt. Orang semacam ini memang dibutuhkan dalam kabinet Jokowi agar mereka tak terlena dalam jabatan dan benar-benar bekerja sesuai dengan slogan kabinet Jokowi: “Kerja, Kerja, Kerja.”

Penunjukan Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tentu saja bukan hanya sebagai ikon untuk mengembalikan simpati rakyat, beliau juga dikenal mampu dalam bekerja. Rekam jejak karirnya cukup bagus saat menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) pada masa pemerintahan Gusdur, Rizal Ramli dianggap berhasil dalam mereformasi Bulog. Kesuksesan tersebut melejitkan posisinya menjadi Menteri Koordinator Perekonomian yang dianggap berhasil dalam menangani masalah perekonomian di masa pemerintahan Gusdur. Dengan Posisinya sekarang sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tentunya diharapkan akan mampu mewujudkan mimpi Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: