Harunoblue

Posts Tagged ‘movies’

Captain America: The First Avenger

In harunomovies on October 29, 2010 at 9:41 pm

Bulan July 2011 nanti Captain America: The First Avenger bakal nongol di bioskop-bioskop. Film Captain America di sutradarai oleh Joe Johnston yang pernah menyutradarai Jumanji (1995), Jurassick Park III (2001), Oktober Sky(1999), dan The Wolfman (2010). Captain America sendiri bakal diperankan oleh Chris Evans yang pernah menjadi Human Torch dalam Fantastic Four.

Chris Evans kabarnya telah menandatangani kontrak untuk 6 film Marvel untuk tokoh Captain America ini. Itu berarti bakal ada 5 film lagi setelah Captain America: The First Avenger. Hm, kira-kira gimana filmnya, kita tunggu aja tahun depan.

source Isource II

Advertisements

Ocean Heaven (2010)

In harunomovies on October 24, 2010 at 10:26 pm

 

Udah pada nonton Film Jet Li yang baru? Judulnya Ocean Heaven. Buat yang doyan dengan adegan kungfu jumpalitan pukul sana pukul sini silahkan kecewa karena ini flm full drama. Bisa dibilang ini film pertama Jet Li  tanpa adegan tonjok-tonjokan.

Film ini menceritakan tentang Wang (Jet Li) seorang ayah yang memiliki anak autis bernama Da Fu (Wen Zhang). Wang divonis  mengidap kanker liver stadium 4 dan masa hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja.

Wang merasa khawatir dengan nasib Da Fu yang sebatang kara sepeninggalnya nanti. Oleh karena itu dia berusaha mencari instansi yang bersedia menampung anaknya yang autis tersebut.  Sementara itu  Wang juga berusaha mempersiapkan Da Fu agar mampu hidup mandiri, namun sayangnya semuanya tak pernah mudah.

Menurut sayah akting Jet Li dalam film ini cukup bagus, kharakternya dapet banget (menurut sayah sih gitu, tapi menurut situ sayah gk tau). Film ini membuktikan bahwa Jet Li ternyata gak cuma jago di film kungfu tapi juga mampu bermain bagus dalam film drama, empat jempol deh buat Jet Li.

Batman Vs Predator

In harunoart, harunodream, harunomovies on August 10, 2010 at 11:17 pm

Kalian tentu tahu kan film predator? Yap, alien luar angkasa yang membunuhi satu persatu buruannya dan menguliti serta mengambil tengkoraknya. Film pertamanya dirilis pada tahun 1987 yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger mengambil setting di hutan Amerika Selatan. Film keduanya dibintangi oleh aktor kulit hitam Danny Glover yang bersetting di Lost Angeles, dirilis pada tahun 1990. Kemudian di tahun 2004 ada Alien Vs Predator (AVP) yang bersetting di Kutub Utara. Dua tahun kemudian ada lagi Alien Vs Predator: Requiem (AVP 2) dirilis di tahun 2007 dan yang terbaru di tahun 2010 ini ada Predators (dengan akhiran “s”).

Film pertama dan kedua menceritakan pertarungan antara manusia vs predator, lalu yang ketiga dan keempat menceritakan tentang pertempuran alien vs predator sementara manusianya terjepit di tengah, dan yang terakhir Predators 2010 saya belom nonton, tapi dilihat dari trailernya kayaknya mirip dengan yang pertama di hutan-hutan gitu tapi entahlah.

Nah, yang ingin saya omongin disini adalah saya pengen banget nonton film Predator Vs Batman yang bersetting di kota Gotham. Mungkin mirip dengan Predator 2, tapi yang Vs Batman ini sepertinya lebih seimbang dari pada Vs Polisi LA biasa di Predator 2 yang terlalu dipaksakan buat menang. Kalau seandainya Batman yang menjadi lawan Predator pasti bakal seru, dua-duanya punya teknologi, senjata dan ketahanan yang gak perlu dibantah lagi, jadi gak bakal berat sebelah.  Kapan ya ada produser dan sutradara Hollywood  yang tergugah hatinya untuk membuat keinginan saya ini jadi kenyataan (Harus Hollywood, karena kalau diserahkan pada orang indonesia dikhawatirkan bukannya jadi film thriller action, tapi malah jadi film horror mesum). Nah, di bawah ini ada poster yang saya edit sendiri. kali aja ada produser dan sutradara yang liat trus niat bikin ini film, ya gak? 🙂

Don’t Judge A Book by its Movie: Percy Jackson and Olympians: The Lightning Thief

In harunobooks, harunomovies, harunothink on May 31, 2010 at 2:11 am

Kamu pasti pernah dengar istilah don’t judge a book by its cover yang artinya “kalo beli buku sekalian minta di sampulin” (Saya tau kamu pintar, jadi saya merasa gak perlu untuk menjelaskan artinya lebih jauh lagi). Nah, lalu ada lagi istilah yang diplesetkan dari istilah yang diatas tadi yaitu don’t judge a book by its movie yang artinya kurang lebih “dilarang baca buku sambil nonton pilem” (Kamu boleh percaya boleh gak, tapi sebaiknya jangan).

Jadi begini, saya baru saja selesai menonton pilem Percy Jackson And The Olympians: The Lightning Thief. Hasilnya lumayan mengecewakan bagi saya yang udah pernah baca bukunya. Menurut saya ada dua tipe orang di dunia ini, yang pertama orang yang suka membaca dan yang kedua orang yang suka menonton.

Bagi orang yang suka membaca, menonton sebuah film yang diangkat dari buku bisa jadi sebuah pengalaman yang buruk.  Karena mereka bakal sering dikecewakan dengan perbedaan-perbedaan yang ada di buku dan pilem. Seringkali sesuatu yang tidak ada di buku tapi muncul di pilem atau yang terkadang ada di buku malah ditiadakan sama sekali.

Sedangkan untuk  orang yang lebih suka menonton kebanyakan bakal malas membaca yang versi bukunya. Jadi gak terlalu bermasalah dengan perbedaan tersebut. Saya sendiri lebih suka membaca, karena dengan membaca kita menjadi lebih bebas dalam imajinasi yang tak terbatas. Kita mungkin membaca buku yang sama tapi imajinasi yang kita punya tentu berbeda dengan orang lain. Namun justru inilah yang membuat kita menjadi tidak puas ketika yang dilihat di pilem ternyata berbeda, sangat terbatas dan tidak sebebas dengan apa yang kita punya dalam bayangan kita.

Saat menonton Percy and The Olympians saya menemukan banyak sekali perbedaan, banyak adegan di buku yang dipotong, bahkan diubah sama sekali. Ada tokoh yang dihilangkan ada juga yang ditambah. Pesan saya buat yang gak suka perubahan, mending gak usah nonton pilemnya. Tapi buat yang gak suka baca, pilemnya cukup menghibur kok.

Tapi saya juga ngerti, untuk membuat pilem yang sama dengan yang ada di buku tentu membutuhkan budget yang lebih besar, karena cerita yang ada di buku gak akan selesai hanya dalam waktu dua jam. Biaya produksi akan membengkak, karena pilem yang seharusnya selesai misalnya dalam waktu satu bulan tapi karena panjangnya cerita baru selesai tiga bulan. Biaya produksinya jadi meningkat tiga kali lipat. jadi untuk pilem berbudget terbatas, pemotongan adegan atau perubahan jalan cerita agar cepat selesai menjadi solusi terbaik.

Namun adakalanya perubahan justru memperburuk sebuah pilem, terlalu banyak perubahan yang mendasar akan menghilangkan keindahan cerita itu sendiri. Bagaimanapun juga kita gak bisa menilai sebuah buku itu dari pilemnya, karena sebuah pilem gak bisa seratus persen mengadopsi isi buku.  Nah, jika ingin puas, bacalah bukunya saja. Jika ingin mendapatkan hiburan tambahan silakan nonton pilemnya dan lupakan bahwa anda pernah membaca versi bukunya.

Jangan Bilang-Bilang Saya Suka Bollywood

In harunodays, harunotrivial on May 30, 2010 at 5:44 am

Gak terasa udah subuh. Malam ini saya gak tidur gara-gara nyiapin bahan buat ngajar di bimbel besok pagi. Halah,  gaya! Padahal semalaman asik nonton Bollywood haghaghaghag… Tapi gak bohong juga sih, nyiapin bahannya sambil nonton makanya semalaman sekarang baru siap.

Hmm, sebenarnya awalnya saya malu ngaku nonton Bollywood. Kata orang gak gaul, kampungan banget kalo nonton Bollywood. Saya gak benci Bollywood, tapi karena takut dianggap kampungan, ya sudah saya juga ngaku-ngaku anti Bolywood. Kalo boleh jujur, masa kecil dan remaja saya bisa dibilang dekat dengan Bollywood. Mulai dari SD hingga SMP ketika tivi-tivi Indo memutarkan film-film bollywood tua yang dibintangi oleh Amitab Bachchan, Dharmendra, lalu ada Rishi Kapoor, Methum Cakraborthy, Govinda, Sunny Deol, Salman Khan, Akshay Kumar, Ajay Devgan,  Amir Khan, Shahruk khan dan aktor-aktor lain yang saya lupa namanya.

Dulu saya gak milih-milih buat nonton, biasanya apa yang ada di tivi itu yang saya tonton, namun dengan bertambahnya usia saya mulai memilih. Saat SMA ketertarikan saya pada film-film Bollywood mulai berkurang. Saya biasanya hanya menonton sedikit di awal. Kalo ceritanya menurut saya menarik, saya lanjut tapi kalo gak, ya saya stop.

Setelah tahun 2000  saya lebih tertarik dengan film-film Hollywood yang temanya lebih beragam dan cenderung meninggalkan Bollywood yang hanya berisikan percintaan dan balas dendam. Namun begitu ada juga film-film Bollywood yang masih saya tonton, gak banyak sih, Diantaranya yang saya ingat adalah:

1. Ka Ho Na Pyiar Hai, itu  kali pertama saya tau  Hritik Rosan, waktu itu saya mikir dia aktor Bollywood paling keren karena otot dan dance-nya yang mantap.

2. Chori-Chori Cupke-Cupke, satu-satunya film Salman Khan yang masih saya ingat.

4. Lagaan, filmnya Amir Khan tentang kolonialisme Inggris di India yang berakhir dengan pertandingan Kriket. Not Bad.

3. Kabhi Khusi Kabhi Gam, Saya nonton ini gara-gara Hritik Rosan,  Syahruk Khan dan Amitab Bachchan yang maen dan katanya budget buat produksi film ini gede banget, jadi pengen tau gimana sih filmnya.

4. Mohabbatein, Kata orang sih bagus ceritanya Ada Amitab Bachchan dan Syahruk Khan gitu. Gak terlalu buruk lah menurut saya.

5. Dil Hai Tum Hara, Hm.. Kenapa ya.. Lupa kenapa saya nonton ini. Apa karena ada Preity Shinta-nya? (Dulu saya menganggap Aktris Bollywood paling cantik adalah Preity Shinta dan Hritik Rosan untuk yang terganteng,  tapi kemudian saya sadar bahwa ternyata saya lebih ganteng wkwkwkwkw…)

6. Asoka, Nah ini gara-gara saya liat iklannya. Beda banget dengan film Bollywood lainnya karena ceritanya berdasarkan sejarah gitu, ada perang-perangan, dan Syahruk Khan yang berotot.

7. Kal Ho Na Ho, Film tentang orang sekarat yang jatuh cinta.

8. Koi Mil Gaya, ini gara-gara ceritanya ada Alien mirip-mirip ET, futuristik, dan seperti Asoka, beda banget dengan film-film Bollywood yang terdahulu.

9.  Krissh, nah ini film Super Hero pertama india, Awalnya saya berharap akan menemukan efek-efek keren ala The Matrix tapi sayangnya teknologi mereka belum mampu.  Tapi untuk adegan fightingnya lumayan lah udah pake kungfu, gak free style gedebam-gedebum lagi seperti Film Bollywood kuno.

10. My Name Is Khan, Saya nonton baru-baru ini dan keren baget.

11. Three Idiots, The best Bollywood movie ever.

12.  Rab Ne bana Di Jodi, Nah ini yang baru aja saya tonton atas rekomendasi seorang teman. bukan film baru sih, produksi 2008 cuma nontonya baru sekarang. Komentar saya.. Lumayan lah.. manis-manis menyentuh gimanaa gitu.

Hanya itu yang masih saya ingat, mungkin masih ada beberapa lagi tapi gak terlalu berkesan jadinya lupa. Rencananya sekarang saya mau cari film Swades, Chakde, dan Om shanti Om. Film lama semua, tapi kata teman saya filmnya lumayan.

Nah, yang saya mau bilang adalah, gak semua film Bollywood itu jelek atau kampungan. Meskipun banyak yang jelek, yang bagus juga ada. Tapi itu tergantung selera dan gengsi juga sih. Tapi buat apa malu, kalo memang bagus katakan bagus kalo jelek bilang jelek, tapi jangan karena gengsi menjelekkan yang bagus.

Film Bagus (Menurut Saya)

In Uncategorized on May 28, 2010 at 9:36 pm

Sumpah ini gak penting, tapi saya pengen aja bilang kalo saya punya 4 film favorit yang karakternya “gak normal” tapi ceritanya menyentuh. Nah, bingung kan? Kamu bakal ngerti “gak normal” bagaimana yang saya maksud kalau kamu udah nonton filmnya. Makanya kalo belum tau pada nonton gih, dijamin gak rugi. Highly recommended deh pokoknya… Meskipun ada yang udah jadul tapi tetep mantep kok. Nih dia nih filmnya:

1. Rain Man (1988)

2. Forest Gump (1994)

3. Beautiful Mind (2001)

4. My Name Is Khan (2010)

Met nonton ya…